Bekerja di Singapura
--ditulis oleh Kuswati S.--
Sekitar 7 tahun lebih aku bekerja di Singapura sebagai penata laksana rumah tangga [PLRT]. Mulai dari tahun 1999 sampai sekarang. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya jika suatu saat aku akan bekerja di Singapura. Meninggalkan keluarga, saudara dan teman-teman. Meskipun dari pihak keluarga kurang setuju, namun karena keinginanku untuk mencari uang, pengalaman yang lebih luas dan dengan tekad yang mantap akhirnya aku mendapatkan restu juga dari mereka.
Ketika pertama kali datang di Singapura perasaan was-was, takut, kawatir, senang berkecamuk jadi satu. Hal ini disebabkan karena perbedaan latar belakang kita, agama, budaya, bahasa dan sebagainya. Namun lambat laun aku bisa beradaptasi dengan lingkungan dan kehidupan di Singapura.
Aku sangat bersyukur, kedua majikanku menganggapku sebagai bagian dari keluarga mereka. Mereka memberi kesempatan kepadaku untuk melakukan apa yang terbaik. Mereka juga memberi kepercayaan kepadaku untuk mengatur rumah dan menjaga anak-anaknya selama mereka tidak ada di rumah tanpa ada peraturan yang harus dipatuhi. Dengan kepercayaan dan perhatian yang mereka berikan kepadaku inilah yang membuatku merasa tenang dan nyaman tinggal disini seperti dirumah sendiri.
Disamping bekerja sebagai PLRT kedua majikanku memberi kesempatan kepadaku untuk mencari pengalaman diluar dengan mengikuti kursus-kursus yang diadakan oleh organisasi-organisasi yang ada di SIngapura ini.
Daripada waktu luang yang aku punya terbuang sia-sia, lebih baik aku gunakan untuk menimba ilmu. Disamping kursus, pergi ke toko buku atau ke perpustakaan itulah yang terbaik bagiku. Selagi ada waktu dan kesempatan kenapa tidak...??? Bagiku, Singapura bukan hanya tempat untuk bekerja akan tetapi juga sebagai ladang untuk menimba ilmu.
--Wati 06--
Sekitar 7 tahun lebih aku bekerja di Singapura sebagai penata laksana rumah tangga [PLRT]. Mulai dari tahun 1999 sampai sekarang. Tidak pernah terbayangkan sebelumnya jika suatu saat aku akan bekerja di Singapura. Meninggalkan keluarga, saudara dan teman-teman. Meskipun dari pihak keluarga kurang setuju, namun karena keinginanku untuk mencari uang, pengalaman yang lebih luas dan dengan tekad yang mantap akhirnya aku mendapatkan restu juga dari mereka.
Ketika pertama kali datang di Singapura perasaan was-was, takut, kawatir, senang berkecamuk jadi satu. Hal ini disebabkan karena perbedaan latar belakang kita, agama, budaya, bahasa dan sebagainya. Namun lambat laun aku bisa beradaptasi dengan lingkungan dan kehidupan di Singapura.
Aku sangat bersyukur, kedua majikanku menganggapku sebagai bagian dari keluarga mereka. Mereka memberi kesempatan kepadaku untuk melakukan apa yang terbaik. Mereka juga memberi kepercayaan kepadaku untuk mengatur rumah dan menjaga anak-anaknya selama mereka tidak ada di rumah tanpa ada peraturan yang harus dipatuhi. Dengan kepercayaan dan perhatian yang mereka berikan kepadaku inilah yang membuatku merasa tenang dan nyaman tinggal disini seperti dirumah sendiri.
Disamping bekerja sebagai PLRT kedua majikanku memberi kesempatan kepadaku untuk mencari pengalaman diluar dengan mengikuti kursus-kursus yang diadakan oleh organisasi-organisasi yang ada di SIngapura ini.
Daripada waktu luang yang aku punya terbuang sia-sia, lebih baik aku gunakan untuk menimba ilmu. Disamping kursus, pergi ke toko buku atau ke perpustakaan itulah yang terbaik bagiku. Selagi ada waktu dan kesempatan kenapa tidak...??? Bagiku, Singapura bukan hanya tempat untuk bekerja akan tetapi juga sebagai ladang untuk menimba ilmu.
--Wati 06--
strukturnya bagus Bu Hany..
Posted by
--ambar-- |
Sunday, August 06, 2006 10:48:00 AM
Bagus nih. Polos en nggak macem-macem. Alurnya jelas, trus tata bahasanya juga mayan.
Posted by
Dodol Surodol |
Sunday, August 06, 2006 4:19:00 PM
bagus, ceritanya natural dan enak dibaca.
Posted by
ibu aci |
Sunday, August 06, 2006 8:09:00 PM
Wow, tata bahasanya bagus banget, Mbak. Salut.
Ceritanya juga mengalir dengan natural.
Posted by
Meli |
Sunday, August 06, 2006 10:32:00 PM
Wah, saya salut cara mb ini memaparkan kata perkata, alur ceritanya mengalir sejujurnya
Posted by
Anom |
Monday, August 07, 2006 1:30:00 AM
Sepertinya Mbak Wati ini bisa didorong untuk menulis terus dan mungkin karya-karyanya nanti bisa diterbitkan. Saya kagum sekali karena tulisan Mbak Wati menggunakan tata bahasa Indonesia yang baik dan benar. Selain itu, semangat untuk belajar yang tinggi.
eChie
-disela-sela On Call-
Posted by
eChie |
Monday, August 07, 2006 10:34:00 AM
mba wati...ada nggak sich lowongan kerja di Singapura untuk saya, trus gemana cara mengurusnya, ada nggak perusaan yang menyediakan mess + makan, trus berapa gaji per bulan untuk pekerja cleaning service? oh..saya tamatan SMA, S1 boleh juga...ketrampilan ada sich..kalau Komputer seputar Ms.Office, Corel, hitung-hitung gaji bisa juga...tolong beri info ya...moga you betah, good luck...thank's ya...
Posted by
iwan tubagus |
Tuesday, May 18, 2010 9:25:00 AM